Abstraksi
Dengan bantuan Middleware, data yang sama dapat digunakan
oleh Customer Service, Akuntansi, Pengembangan, dan Manajemen sesuai kebutuhan.
Middleware dapat juga berfungsi sebagai penerjemah informasi, sehingga setiap
aplikasi mendapatkan format data yang dapat diproses. Dalam penulisan ini,
pengertian, tujuan dan asal-usul, serta kebutuhan middleware.
Kata Kunci : Kebutuhan, Middleware
1. Latar Belakang
Untuk membangun sebuah aplikasi client server multi platform
programming salah satu cara adalah dengan memanfaatkan middleware. Middleware
bias dijelaskan pada 2 tataran, yaitu tataran konsep/paradigma dan tataran
aplikasi pemrograman.
Pada tataran konsep, middleware digunakan sebagai jembatan
atau penghubung dua aplikasi atau lebih yang memiliki perbedaan, middleware
kadang disebut sebagai plumbing karena middleware digunakan untuk menghubungkan
2 bagian dari sebuah aplikasi dan digunakan untuk melewatkan data diantara
mereka. Pada tataran implementasi, middleware adalah sebuah paket program
instan yang digunakan untuk menghubungkan dua program yang berbeda platforma
atau produk/vendor. Beberapa jenis middleware yang bisa digunakan untuk
pemrograman adalah ORB, RPC, RMI, DCE, dan MOM. Produk Middleware biasanya di
pakai oleh sebuah arsitektur atau framework pemrograman.
ORB (Object Request Broker) dimiliki oleh arsitektur atau
framework pemrograman CORBA (Common Object Request Broker Architectur) dan JAVA,
RMI (Remothe Method Invocation) dimiliki oleh teknologi JAVA. Pada tulisan ini
akan dijelaskan konsep dan implementasi pemrograman middleware ORB pada
framework CORBA, dengan kasus client server berbeda platform pemrograman.
Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian berikutnya adalah
bagian II akan membahas tentang middleware-middleware yang bias membangun
aplikasi bisnis (EAI).
Pada bagian ini juga akan dibahasa CORBA-ORB serta
arsitektur frameworknya. Pembahasan tentang konsep dan implementasi pemrograman
dengan middleware ini akan dibahas pada bagian III dan pada bagian IV akan
dibahas tentang tinjauan kritis penggunaan middleware dalam membangun aplikasi
client server.
2. Landasan Teori
2.1 Pengertian
Middleware
Middleware merupakan software yang menghubungkan
bagian-bagian berbeda pada sebuah aplikasi atau rangkaian aplikasi. Middleware
dapat diumpamakan menjadi beberapa bentuk, pertama middleware sebagai semacam
lem yang menyatukan sebuah jaringan dan komputer-komputer yang terhubung di
dalamnya. Middleware dapat berupa sebuah aplikasi tunggal, atau dapat berupa
keseluruhan server. Kedua middleware
sebagai sebuah perangkat adapter (adapter device) yang dapat dijalankan dari
sebuah printer baru ke sebuah komputer lama alias jadul. Adapter, atau
middleware, menghubungkan dua perangkat, memungkinkan komunikasi di antaranya
dan juga fungsionalitasnya.
Jadi bisa disimpulkan Middleware adalah sebuah aplikasi yang
secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan
data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP. Middleware bisa juga disebut
protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras
tinggi. Biasanya program middleware menyediakan layanan pesan (messaging
services ) sehingga aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda itu dapat
berkomunikasi. Sistem middleware mengikat aplikasi-aplikasi yang terpisah. Beberapa paket middleware diantaranya adalah
DCE (Distributed Computing Environment) dan CORBA (Common Object Request Broker
Architecture).
2.2 Tujuan dan
Asal-Usul Middleware
Middleware dimanfaatkan untuk bermigrasi dari aplikasi
mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar
platform yang berbeda. Middleware yang paling banyak dipublikasikan yaitu :
Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment
(DCE),
Object Management Group’s Common Object Request Broker
Architecture (CORBA),
Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)
2.3 Kebutuhan
Middleware
Dengan bantuan Middleware, data yang sama dapat digunakan
oleh Customer Service, Akuntansi, Pengembangan, dan Manajemen sesuai kebutuhan.
Middleware dapat juga berfungsi sebagai penerjemah informasi, sehingga setiap
aplikasi mendapatkan format data yang dapat diproses.
Middleware tersedia untuk berbagai platform dengan berbagai
jenis. Jenis Middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan
dalam lima kategori besar, salah satunya adalah Homegrown, yang dikembangkan
khusus untuk kebutuhan internal organisasi, Model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object
Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP
(Transaction Processing) Monitor.
3. Kesimpulan
Middleware digunakan oleh Customer Service, pihak Akuntansi,
Pengembangan, dan Manajemen sesuai kebutuhan. Dan juga dapat digunakan sebagai
penerjemah informasi, sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang
dapat diproses.
4. Daftar Pustaka
[1]
http://reffliansii.blogspot.com/2012/10/middleware-telematika.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar